Senin, 13 April 2009

Satu TPS di NTT Tak Mencontreng DPRD

Pemilu di Nusa Tenggara Timur kembali bermasalah. Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Waijewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, yang melakukan penghitungan dan rekapitulasi perolehan suara pemilu legislatif, menemukan satu TPS di daerah tersebut tidak mencontreng calon anggota DPRD provinsi pada Kamis lalu. ...

Kasus ini diketahui setelah PPK hanya menerima tiga kotak berisi berita acara dan surat suara untuk DPR RI, DPD dan DPRD Kabupaten dari petugas PPS.

"Sedangkan kotak yang berisi surat suara provinsi dan berita acara perolehan suara tidak ada," kata Jurubicara KPUD NTT Djidon de Haan di Kupang, Senin (13/4/2009).

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata pada saat pendistribusian logistik pemilu, TPS tersebut tidak mendapat pembagian surat suara DPRD Provinsi.

Menurut Djidon, pihaknya merasa heran, karena KPPS dan PPS tidak melaporkan kekurangan logistik ini. "Kalau KPPS melaporkan pada saat itu, KPUD akan mengirim surat suara DPRD provinsi. Anehnya mereka tidak melapor. Kasus ini baru diketahui ketika PPK saat melakukan penghitungan dan rekapitulasi perolehan suara," lanjutnya.

Untuk mengatasi masalah ini, KPUD telah mendistribusikan surat suara DPRD provinsi untuk dilakukan pemilihan ulang pada Selasa 14 April 2009 besok.

Dia menambahkan, sebagian besar PPK, kecuali Flores Timur dan Lembata, mulai melakukan penghitungan suara setelah ditunda selama dua hari karena umat Kristen merayakan hari raya Paskah. "Peghitungan ditingkat PPK mulai dilaksanakan, namun prosesnya lambat karena harus dihitung perolehan suara caleg dan partai di setiap TPS," katanya
LANJUTAN NYAW....

Kalah Pemilu, 15 Caleg di Cirebon Stres




Tak kuat mental menerima kekalahan pemilu, membuat sejumlah calon anggota legislatif (Caleg) mengalami depresi berat. Sedikitnya, 15 caleg asal Cirebon mengalami depresi dan memilih melakukan pengobatan spiritual untuk menyembuhkan depresi kepada Ustaz Ujang Bustomi di Desa Sinarancang, Mundu, Cirebon....

Dalam mengobati pasien depresi, Ustaz Ujang yang juga pimpinan Forum Spiritual Peduli Cirebon (FSPC) ini melakukan ritual khusus untuk memulihkan kembali mental pasien yang terkena depresi berat.

Saat ini sedikitnya, sudah 15 orang caleg asal Kabupaten/Kota Cirebon, Kuningan, dan Indramayu mendatangi padepokan FSPC guna melakukan pengobatan dan menormalkan kembali depresi. Mereka mayoritas datang dibawa keluarganya, Bahkan ada juga yang datang sendiri.

"Sejauh ini kami baru menerima 15 caleg yang mengalami depresi. Alhamdulillah, sebagian besar mereka sudah ada perkembangan dan merasa legowo atas kekalahannya," tutur Ujang usai melakukan ritual penyembukan Depresi di Situ Patok, Cirebon, Senin (13/4/2009).

Dijelaskan Ujang, prosesi penyembuhan caleg depresi dilihat dari kondisi pasien. Jika kondisi pasien mengalami depresi berat, maka pihaknya menyarankan untuk menginap beberapa hari di padepokannya. Namun, jika kadar depresinya relatif rendah, pihaknya hanya melakukan prosesi ritual dan berobat jalan saja.

Rata-rata pasien yang berobat, kata dia, kecewa dengan hasil suara yang tidak sesuai dengan prediksi. Padahal, tidak sedikit dana yang harus dikeluarkan caleg untuk menarik simpati masyarakat.

"Mereka rata-rata depresi karena perolehan suara kecil. Sementara uang yang dikeluarkan kepada tim sukes bisa mencapai antara Rp200 juta hingga Rp1,5 miliar. Ketidaksiapan inilah yang membuat caleg tidak terima dengan kekalahannya," terang Ujang.

Biasanya, terang Ujang, caleg yang depresi mengalami perubahan sikap yang sangat signifikan. Bahkan salah satu pasiennya asal Kuningan, sampai rela bertelanjang di lingkungan rumahnya karena mengalami depresi berat.

"Mereka tidak mau berkomunikasi dengan keluarga, apalagi dengan masyarakat luas. Namun, Alhamddulillah pasien yang dari Kuningan saat ini sudah agak mendingan," tegas Ujang.

Prosesi ritual, diawali dengan melakukan doa guna pembersihan pikiran negatif pasien. Selanjutnya, pasien dimandikan di Situ Patok yang dipercayai warga sekitar memiliki nilai keramat. Lantas, pasien langsung dibimbing Ustaz Ujang melakukan doa dan membacakan ayat suci Alquran
LANJUTAN NYAW....

Cuaca Buruk Ciutkan Nyali Stoner




Cuaca buruk bakal jadi ancaman serius pembalap pada seri perdana MotoGP di Qatar dinihari nanti. Hal itu dikabarkan ikut menciutkan nyali pembalap Ducati Marlboro Casey Stoner. Benarkah?...

Menjelang seri tunda di Sirkuit Losail malam nanti, faktor cuaca buruk memang terus membayangi setiap pembalap tak terkecuali Stoner. Seperti diketahui, sebelumnya balap sempat tertunda karena tepat di saat pembalap bersiap di garis start, hujan lebat disertai badai pasir memaksa lomba dibatalkan.

Menanggapi hasil ini, Stoner pun menyatakan sangat khawatir cuaca buruk bakal mempengaruhi performanya. Namun, yang menjadi perhatian utama rider asal Australia itu adalah butiran pasir yang kerap menghiasi sirkuit dan pastinya bakal membuat lintasan menjadi licin.

"Saya rasa, ini akan menjadi seri yang sangat membahayakan hingga akhir balapan. Dengan adanya ancaman cuaca ini, kepercayaan diri kami otomatis sedikit berkurang dalam mewujudkan target yang kami pasang sebelumnya," ungkap juara dunia 2007 itu.

Dalam dua musim terakhir di GP Qatar, Stoner memang selalu tampil brilian. Rider 23 tahun tersebut bahkan sukses mendominasi dan menjadi juara pada musim 2007 & 2008. Pada musim 2009, Stoner berpeluang mencatatkan kemenangan ketiganya setelah sukses mengamankan pole position.

Namun, ancaman cuaca buruk dipastikan bakal menyulitkan ambisi pembalap kelahiran Southport, Australia itu mencatatkan hattrick juaranya di Losail. Apalagi, pada seri dinihari nanti, Stoner bakal mendapat saingan berat dari duo FIAT Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang menempati urutan dua dan tiga.
LANJUTAN NYAW....

 

Featured