Jumat, 03 April 2009

My favorIT player




bola-voli---ayip-rizal-batal-ke-vietnam-demi-samator____.html" class="contentpagetitle">BOLA VOLI - AYIP RIZAL BATAL KE VIETNAM DEMI SAMATOR


Pebola voli nasional Ayip Rizal batal berangkat ke Vietnam untuk mengikuti kompetisi di negara tersebut, karena lebih mementingkan membela Surabaya Samator yang sedang berjuang menembus final Sampoerna Hijau Voli Proliga 2009.


Surabaya, 23/3 (Sports.Roll) - Pebola voli nasional Ayip Rizal batal berangkat ke Vietnam untuk mengikuti kompetisi di negara tersebut, karena lebih mementingkan membela Surabaya Samator yang sedang berjuang menembus final Sampoerna Hijau Voli Proliga 2009....

"Setelah melalui rapat dengan tim pelatih, diputuskan Ayip Rizal tetap berlatih di Surabaya untuk menghadapi laga terakhir `final four` di Jakarta pada Jumat (27/3) mendatang," kata Manajer Surabaya Samator, Hari Trisnardjo di Surabaya, Senin.

Menurut rencana, Ayip Rizal seharusnya berangkat ke Vietnam pada hari ini untuk bergabung dengan klub "Sanes", dalam kompetisi bola voli di negara tersebut.

Pada 2008 lalu, Ayip Rizal bersama rekannya Affan Priyo Wicaksono berhasil membawa Sanes menjuarai kompetisi bola voli di Vietnam. Pada kompetisi musim 2009, Sanes kembali meminjam tenaga Ayip Rizal.

Hubungan pertukaran pemain itu terus berlanjut. Surabaya Samator juga meminjam salah satu pemain andalan Sanes, Ngo Vanh Kieu untuk menghadapi Proliga.

Kieu yang sempat turun pada enam putaran Proliga musim ini, menjadi salah satu pemain asing paling menonjol di kompetisi bola voli nasional itu, karena smes-smes geledeknya.

Hari Trisnardjo mengemukakan, pihaknya sudah melakukan kontak dengan pengelola klub Sanes Vietnam untuk menahan Ayip Rizal hingga Proliga berakhir pada 29 Maret mendatang.

"Sebenarnya kami tidak enak juga dengan Sanes, tapi mereka bisa mengerti kebutuhan kami," katanya menambahkan.

Ayip Rizal yang dihubungi terpisah juga mengaku, berat berangkat ke Vietnam, karena Samator sangat membutuhkan tenaganya untuk mengejar juara Proliga musim ini.

"Seandainya laga kedua lawan Sananta kemarin (22/3) kami menang, saya mungkin bisa tenang pergi ke Vietnam beberapa hari dan kembali menjelang babak final. Kalau sekarang berangkat, terlalu beresiko dan menguras energi," katanya.

"Tapi setelah Proliga selesai, saya akan berangkat ke Vietnam untuk memperkuat Sanes," kata Ayip menambahkan.

Samator harus menjalani partai hidup mati melawan musuh bebuyutannya Bantul Yuso Gunadarma pada laga terakhir babak empat besar di Jakarta, Jumat (27/3), untuk berebut tiket final.

Hal ini terjadi, karena Samator yang pada laga pertama menang telak 3-0 atas Palembang Bank Sumsel, secara tidak terduga takluk dari juara bertahan Jakarta Sananta 2-3. Perebutan tiket akan ditentukan pada laga terakhir.

Selain Samator, dua tim lainnya Jakarta Sananta dan Palembang Bank Sumsel juga akan saling berjibaku untuk menembus partai puncak.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Featured